Suatu
hari datang pada istri nabi ummul mukminin aisyah r.a 3 orang pemuda yang
bertanya tentang keadaan ibadah nabi. Setelah dijelaskan bahwa nabi
melaksanakan shalat, dan melakukan shaum, 3 orang pemuda ini pun bertekad untuk
melakukan perbuatan seperti nabi dengan melakukan shalat siang dan malam, juga
akan shaum seharian tanpa berbuka, dan akan meninggalkan istri mereka. Tapi
mana kala berita ini sampai pada rasulullah, ia pun menasihati mereka dan
memperbaiki keyakinan mereka.
Kisah
diatas menggambarkan bahwa ada sekelompok orang yang beranggapan bahwa surga
allah akan didapatkan dengan cara terus beribadah pada allah melalui shalat
shaum dan lainnya. Sehingga orang-orang pun bersemangat beribadah pada allah,
sampai melupakan kewajiban keduniaannya terhadap lingkungan dan keluarganya.
fenomena
pola pikir ini sungguh tertanam banyak pada setiap orang, sehingga beranggapan
bahwa surga allah dpat didapatkan dengan ibadah
dan selamat dari neraka allah pun dengan melalui ibadah. Hal ini tentu
saja bertolak belakang dengan sabda rasulullah saw:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قاربوا وسددوا
واعلموا أنه لن ينجو أحد منكم بعمله, قالو: ولا أنت يارسول الله؟ قال: ولا أنا،
إلا أن يتغمدني الله برحمة منه وفضل.
Ibadah
bukanlah satu-satu untuk bisa selamat dari neraka Allah, atau siksa allah dan
mendapatkan surga allah. Karena surga allah memang tidak akan begitu saja allah
berikan kecuali atas rahmat dan ridhonya. Oleh karena itu, manusia hidup
didunia tidak ada lain adalah untuk mendapatkan ridho allah, salah satunya dengan
cara beribadah kepada allah. Baik ibadah amaliah, muamalah dan lainnya. Dan hal ini sangat sejalan dengan apa yang
rasullullah sabdakan dalam hadis lain :
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده.
Seorang mukmin yang haqiqi itu bkanlah ia yang banyak ibadahnya
saja. Melainkan ia yang memberikan
keselamatan dan ketentraman pada muslim yang lainnya, baik dari lisannya atau
pun perbuatannya.
Hal ini Sesuai dengan kisah seorang wanita yang gemar ibadah
pada allah namun dikatakan oleh rasulullah sebagai ahli neraka, dikarenakan ia
tidak baik pada tetangganya.
Oleh karena itu, sadari betul bahwa ibadah yang kita lakukan
bukanlah untuk membeli surga, dan menjual neraka, melainkan menggapai dan
mengharap ridho allah dan rahmat dari-Nya.
Wallahu a’lam bisshowab



0 komentar:
Posting Komentar